MENULIS ARTIKEL PENELITIAN UNTUK JURNAL TERNAMA (Bagian 3)

PDFCetakEmail

Publikasi - Makalah, Jurnal/Artikel Ilmiah dan PTK

Oleh: Prof. Ranbir S. Malik (Australia; 2016)

(sambungan)

Bartol (1983 disebut dalam Eichorn dan Vadenbos, 1985) mengidentifikasi masalah-masalah utama berikut bersangkutan dengan naskah.

. Reviu literatur yang kurang memadai

. Kutipan-kutipan yang tidak tepat

. Pendahuluan yang tidak jelas

. Pertanyaan-pertanyaan penelitian yang ambigu (samar)

. Sampel yang dideskripsikan tidak memadai

. Metodologi yang tidak cocok

. Pengukuran-pengukuran dideskripsikan tidak lengkap

. Teknik-teknik statistik tidak sesuai dan analisis statistik yang tidak jelas

. Lemah konsepsi dalam diskusi

. Diskusi yang dilakukan di luar data

Setelah melakukan reviu, editor mengamati naskah itu untuk memperoleh gambaran tersendiri tentang karya itu, untuk menemukan kelemahan-kelemahan dalam substansi (isi) penelitian dan gaya tulisan. Apabila masalah-masalah ditemukan, pembacaan yang lebih teliti dilakukan untuk mengungkap persoalan-persoalan lain yang memerlukan perhatian. Panjang makalah lebih dari 35 (halaman) diketik dua spasi (termasuk daftar rujukan) akan menjadi masalah. Pembacaan cepat memberi kesan awal mengenai ketelitian  dalam menulis makalah itu.

Memilih jurnal sasaran

Memilih jurnal yang akan jadi tujuan pemuatan naskah merupakan langkah penting. Sebelum mengajukan aritekel Anda, (a) alangkah baiknya untuk meyakini bahwa Anda telah memilih jurnal yang tepat, (b) dengan teliti pemahami tujuan persyaratan jurnal, (c) memahami apa yang mungkin penyunting cari ketika membaca artikel Anda. Kriteria kunci dalam memutuskan publikasi ialah kecocokan naskah itu bagi jurnal tertentu dan para pembacanya. Anda boleh mempertimbangkan reputasi dan kualitas jurnal. Pertimbangan mengenai pengaruh jurnal tentang bagaimana frekuensi artikel-artikel yang dikutip dalam jurnal-jurnal lain serta tingkat penolakannya memberi petunjuk tentang kualitasnya. Memilih jurnal sasaran pada tahap-tahap awal menulis artikel lebih baik dari pada mempersiapkan dulu baru mempertimbangkan ke mana mengirimkan naskah itu untuk dipublikasikan. Jurnal yang berbeda  menunjukkan tuntutan-tuntutan yang berbeda pula. Artikel-artikel jurnal lebih dikenal daripada makalah-makalah konferensi (seminar), meskipun publikasi konferensi juga menggunakan praktek reviu sejawat. Seorang peneliti mesti memandang konferensi sebagai media tambahan bagi jaringan dan sebagai jalan untuk memperoleh masukan lebih langsung.

Diterjemahkan: Iskandarwassid